Step by Step Memulai Investasi yang Tepat, Bukan Diawali dengan Pilih Aset Paling Cuan Ya
Banyak orang memulai investasi dengan mencari aset yang paling cuan. Padahal, dalam memulai investasi, hal terpenting adalah "Apa tujuanmu?" kami jelaskan detail strategi investasinya di sini
Jangan mulai investasi dengan memilih aset yang potensi cuan besar, karena kamu berpotensi menghadapi risiko mismatch periode waktu ketika dana dibutuhkan dan proses sebuah aset menghasilkan cuan. Jadi, bagaimana cara memulai investasi yang tepat?
Pertama, kamu harus tentukan tujuan keuanganmu terlebih dulu. Beberapa contoh tujuan keuangan seperti, liburan, dana pendidikan anak, dana menikah, dana DP atau mau beli rumah, dana beli kendaraan, dana darurat, dana pensiun, atau tujuan keuangan lainnya yang butuh periode akumulasi modal.
Kedua, setelah mengetahui tujuan, kamu akan bisa menjawab, kapan dana yang diinvestasikan itu akan digunakan. Misalnya:
- Liburan: tergantung target bisa 6 bulan, 12 bulan, sampai 2 tahun.
- Dana pendidikan anak: bisa 1 - 10 tahun sesuai target mau untuk pendidikan tahap TK, SD, SMP, SMA, hingga kuliah
- Dana menikah, beli rumah, dan kendaraan: bisa disesuaikan target masing-masing, bisa 1-5 tahun
- Dana darurat: disarankan menjadi prioritas utama, penempatan asetnya harus likuid dan tidak memiliki risiko volatilitas dan likuiditas yang tinggi
- Dana pensiun: target penggunaan dana paling lama bisa lebih dari 20 tahun
- dan tujuan keuangan lainnya yang tidak diketahui
Ketiga, setelah mengetahui itu semua, baru kita mulai memilih aset yang cocok. Ingat, yang cocok, bukan yang paling cuan. Cara memilih aset yang cocok bisa disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kebutuhan waktu penggunaannya tadi.
Untuk itu, kami akan memberikan gambaran aset yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan keuanganmu di sini:
Pertama, kebutuhan dana 1 tahun atau aset likuid dengan risiko volatilitas rendah seperti kebutuhan dana darurat. Kami menyarankan bisa fokus di reksa dana pasar uang (RDPU) yang fokus penempatan dana di deposito.
Kenapa tidak langsung di deposito? alasannya RDPU lebih fleksibel bisa dicicil tiap bulan. Lalu, rata-rata keuntungan bisa lebih besar dari deposito bank besar karena pengelolaan dananya dikombinasi dengan penempatan dana di deposito bank kecil (yang bunganya lebih besar) hingga obligasi negara atau korporasi yang tenornya kurang dari 1 tahun. Biasanya, obligasi yang tenor kurang dari 1 tahun bisa lebih rendah risiko gagal bayarnya, serta harga obligasi cenderung lebih stabil.
Apakah penyimpanan di RDPU akan 100 persen aman dari risiko volatilitas? jawabannya tidak. RDPU ada risiko yang lebih besar daripada deposito karena sebagai investor kita tidak bisa menentukan pilih deposito yang dijamin LPS dari segi tingkat bunga. Apalagi, ada penempatan di obligasi dengan tenor kurang dari 1 tahun yang risiko volatilitas dari segi harga dan gagal bayar untuk obligasi korporasi tetap terbuka, meski probabilitasnya lebih kecil. Informasi risiko ini agar kamu tidak kaget jika tiba-tiba harga RDPU malah turun dan mengalami floating loss.
Opsi kedua, bisa ke reksa dana pendapatan tetap yang asetnya mayoritas ditempatkan ke surat utang seperti obligasi negara dan korporasi. Namun, untuk masuk ke reksa dana pendapatan tetap ada syarat yang harus dipenuhi agar cocok dengan timeframe 1 tahun hingga kebutuhan dana darurat, yakni: ada potensi penurunan suku bunga bank sentral dari posisi terakhir yang berada di level tinggi atau puncaknya. Tanda level puncak setelah menaikkan secara optimal, kenaikan suku bunga mulai dipertahankan.
kenapa begitu? reksa dana pendapatan tetap bisa memberikan potensi keuntungan dari dua faktor, yakni akumulasi kupon obligasi dan kenaikan harga obligasi. Tapi, ada risiko juga jika harga obligasi mengalami penurunan hingga risiko gagal bayar untuk obligasi korporasi.
Lalu, apa hubungannya dengan posisi suku bunga bank sentral? rumus sederhana (karena obligasi aset investasi yang tidak sederhana) dari obligasi adalah jika suku bunga naik, maka yield obligasi juga naik. Yield adalah gambaran keuntungan dari harga beli dan kupon. Artinya, jika yield naik berarti harga turun. Dalam konteks reksa dana pendapatan tetap, kalau yield naik berarti ada risiko harga reksa dana pendapatan tetap mengalami penurunan.
Sebaliknya, jika suku bunga turun, maka yield obligasi juga turun. Alasannya, karena harga naik. Jika kita sudah beli dari posisi suku bunga di pucuk, harusnya bisa mendapatkan eksposur keuntungan dari akumulasi kupon dan juga kenaikan harga obligasi tersebut. Keuntungannya diperkirakan bisa lebih tinggi dari deposito, apalagi jika penurunan suku bunga dilakukan secara agresif hingga ke level rendah. Sehingga cukup cocok untuk dana yang dibutuhkan dalam 1 tahun hingga alternatif untuk dana darurat.
Untuk dana darurat di reksadana pendapatan tetap disarankan tidak semuanya, dibagi porsi bisa 50:50 atau porsi yang lebih aman (porsi reksa dana pendapatan tetap lebih rendah). Pasalnya, risiko reksa dana pendapatan tetap juga cukup tinggi, jika di tengah tren penurunan suku bunga, tiba-tiba ada faktor yang membuat suku bunga bank sentral harus naik lagi.
Pilihan Aset untuk Dana Darurat dan Kebutuhan hingga 1 Tahun
Dana yang akan digunakan dalam waktu dekat membutuhkan aset yang likuid, mudah dicairkan, dan memiliki risiko volatilitas relatif rendah.
Opsi utama: Reksa Dana Pasar Uang
Lebih fleksibel untuk kebutuhan dana darurat dan target penggunaan dana dalam waktu dekat.
Kenapa RDPU menarik?
- Bisa dicicil secara rutin setiap bulan.
- Lebih fleksibel dibandingkan membuka deposito baru setiap kali menambah dana.
- Berpotensi memberikan hasil lebih tinggi daripada deposito bank besar.
- Portofolio dapat dikombinasikan antara deposito dan surat utang berjangka pendek.
Dari mana potensi keuntungannya?
Manajer investasi dapat menempatkan dana ke beberapa instrumen:
- Deposito bank besar.
- Deposito bank kecil dengan bunga yang relatif lebih tinggi.
- Obligasi negara atau korporasi dengan sisa tenor kurang dari 1 tahun.
Apakah RDPU 100% aman?
Tidak. RDPU tetap merupakan produk investasi, bukan simpanan bank yang dijamin secara langsung.
Deposito langsung
- Nasabah dapat memilih bank dan tingkat bunganya.
- Dapat mengecek apakah simpanan memenuhi ketentuan penjaminan LPS.
- Nilai pokok tidak berubah setiap hari akibat pergerakan harga pasar.
Risiko di dalam RDPU
- Investor tidak menentukan sendiri deposito mana yang dipilih.
- Tidak semua penempatan otomatis memenuhi ketentuan penjaminan LPS.
- Harga obligasi jangka pendek tetap dapat bergerak turun.
- Obligasi korporasi tetap memiliki risiko gagal bayar.
Opsi tambahan: Reksa Dana Pendapatan Tetap
Berpotensi memberikan hasil lebih tinggi, tetapi hanya cocok dalam kondisi tertentu.
Sumber potensi keuntungan
- Akumulasi kupon dari obligasi negara dan korporasi.
- Kenaikan harga obligasi ketika yield menurun.
- Potensi hasil dapat melampaui deposito jika suku bunga turun agresif.
Risiko yang perlu disadari
- Harga obligasi dapat mengalami penurunan.
- Nilai reksa dana dapat berfluktuasi lebih besar daripada RDPU.
- Obligasi korporasi tetap memiliki risiko gagal bayar.
- Suku bunga dapat kembali naik akibat perubahan kondisi ekonomi.
Jangan menaruh seluruh dana darurat di RDPT
Gunakan pembagian porsi agar kebutuhan likuiditas tetap terlindungi.
Pendekatan seimbang
50 : 5050% RDPU dan 50% RDPT ketika prospek penurunan suku bunga cukup kuat serta profil risiko memadai.
Pendekatan lebih aman
70 : 3070% RDPU dan 30% RDPT, atau porsi RDPT yang lebih kecil, untuk menjaga stabilitas dana darurat.
Kedua, kebutuhan dana 2-3 tahun yang terhitung jangka menengah. Dalam periode ini, kamu bisa masuk ke aset high risk dengan catatan dipantau dan diatur alokasinya.
Cara mengatur alokasinya bisa bagi 50:50 antara aset yang likuiditas tinggi dan volatilitas rendah seperti reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. Lalu, sisanya bisa di saham hingga Bitcoin dengan ketentuan, strateginya bisa dilakukan dengan investasi jangka menengah.
Dalam strategi Mikirduit.com, strategi jangka menengah itu berarti kita memiliki periode hold 2-3 tahun, tapi jika aset itu sudah naik 30 persen dalam 6 bulan, kita bisa melakukan take profit atau ambil untung terlebih dulu untuk realisasi keuntungan. Nantinya, dana itu bisa diinvestasikan lagi ke tipe saham jangka menengah ini.
Sebenarnya ini lebih mirip swing trading dengan mengambil sudut pandang fundamental secara valuasi sahamnya. Risikonya, jika ternyata harga saham dalam 1 tahun masih belum naik tinggi, kita bisa evaluasi perkembangannya untuk melihat potensi peluang dan risikonya.
Lalu, masuk ke tipe saham jangka menegah disarankan bertahap 3-5 kali (jangan langsung all in). berhubung ini targetnya untuk kebutuhan 2-3 tahun, kami menyarankan lump sum bertahap. Jadi dana cicilan bisa dikumpulkan di aset reksa dana pasar uang terlebih dulu. Jika sudah terkumpul bisa masuk bertahap di saham.
Sehingga dalam porsi 50:50 antara aset likuid dan volatilitas rendah ini bisa menggunakan cara:
- Kumpulkan dana hingga posisi harga saham yang ditunggu bisa terjangkau
- Nantinya, sisa porsi yang sudah disepakati bisa tetap di reksa dana pasar uang sehingga porsi bisa tetap terjaga
- Saat melakukan penjualan, disarankan tetap jadi cash di saham untuk diputar lagi, jangan dimasukkan ke reksa dana pasar uang agar tidak terlalu banyak keluar biaya
Selain saham, Bitcoin bisa juga jadi pilihan dengan periode musiman tertentu. Misalnya, saat ini (2026) Bitcoin lagi mengalami penurunan karena masuk siklus rutinnya jelang 1 tahun sebelum halving. Biasanya, jelang halving (2027) akan kembali naik. Lalu, saat halving di 2028 akan ada konsolidasi dan lanjut all time high lagi. Halving adalah periode ketika imbalan para miners Bitcoin diperketat. Detailnya bisa dibaca di sini
Jadi, jangan kejar saat Bitcoin lagi all time high karena risikonya menjadi sangat tinggi. Tapi, cicil 2 tahun sebelum halving saat Bitcoin lagi bearish dengan target tahun kedua atau ketiga bisa mendapatkan keuntungan.
Catatannya: perkembangan siklus ini juga perlu dipantau lebih jauh karena ada potensi perubahan siklus jika teknologi komputer quantum sudah berjalan bisa menyelesaikan semua pasokan Bitcoin dalam waktu yang lebih cepat.
Pilihan dan Strategi Investasi untuk Tujuan Keuangan 2β3 Tahun
Untuk kebutuhan jangka menengah, aset berisiko tinggi masih dapat digunakan. Namun, alokasinya harus dibatasi, masuknya dilakukan bertahap, dan perkembangannya wajib dipantau.
Mulai dari pembagian alokasi 50:50
Separuh untuk menjaga kestabilan dana, separuh lagi untuk mengejar pertumbuhan.
Aset likuid dan lebih stabil
50%Reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap sebagai penyangga portofolio.
Aset pertumbuhan
50%Saham hingga Bitcoin dengan strategi jangka menengah dan batas risiko yang jelas.
Strategi saham jangka menengah ala Mikirduit
Periode hold tetap 2β3 tahun, tetapi keuntungan dapat direalisasikan lebih cepat.
Aturan take profit
- Target awal investasi tetap 2β3 tahun.
- Jika aset naik sekitar 30% dalam 6 bulan, keuntungan dapat direalisasikan.
- Dana hasil penjualan dapat diputar kembali ke saham jangka menengah lain.
Jika harga belum bergerak
- Evaluasi kembali setelah sekitar 1 tahun.
- Periksa perkembangan bisnis dan valuasi.
- Nilai apakah peluang masih menarik atau risikonya meningkat.
Fokusnya bukan sekadar membaca grafik. Saham dipilih berdasarkan prospek bisnis, valuasi, katalis, dan ruang kenaikan harga dalam jangka menengah.
Masuk bertahap, jangan langsung all in
Gunakan metode lump sum bertahap sebanyak 3β5 kali.
Tempatkan dana cicilan sementara di RDPU.
Masuk saat harga saham mendekati level yang direncanakan.
Bagi dana menjadi 3β5 tahap pembelian.
Sisakan porsi stabil agar portofolio tidak terlalu agresif.
Kelola dana hasil penjualan dengan efisien
Hindari terlalu sering memindahkan dana antarproduk apabila tidak diperlukan.
Saat saham dijual
Dana dapat tetap menjadi kas pada rekening dana saham untuk menunggu peluang berikutnya.
Kenapa tidak langsung kembali ke RDPU?
Terlalu sering keluar-masuk antarproduk dapat menambah friksi transaksi, memperlambat eksekusi, atau menimbulkan biaya tambahan pada platform tertentu.
Bitcoin sebagai porsi tambahan
Gunakan pendekatan siklus, bukan mengejar harga saat euforia.
Strategi yang lebih masuk akal
- Hindari membeli agresif saat harga berada di area all time high.
- Cicil saat tren sedang bearish atau valuasi pasar lebih dingin.
- Gunakan target waktu 2β3 tahun dan batasi porsinya.
- Pantau perkembangan siklus, likuiditas, dan regulasi.
Gambaran siklus halving
Halving adalah periode ketika imbalan blok untuk penambang Bitcoin berkurang. Secara historis, periode sebelum dan sesudah halving sering dikaitkan dengan perubahan siklus harga, tetapi pola tersebut tidak menjamin akan selalu berulang.
Risiko utama yang harus dipantau
Horizon 2β3 tahun tetap belum cukup panjang untuk mengabaikan volatilitas.
Risiko saham
Kinerja bisnis memburuk, valuasi terlalu mahal, katalis tidak terjadi, atau harga tidak bergerak sesuai target.
Risiko Bitcoin
Volatilitas ekstrem, perubahan siklus, regulasi, likuiditas, keamanan penyimpanan, dan risiko teknologi.
Ketiga, untuk kebutuhan lebih dari 3 tahun, bisa sepenuhnya ke aset high risk, tapi diatur dengan dua strategi untuk manajemen risiko.
Strategi pertama dengan skema jangka menengah seperti yang dijelaskan di poin kedua
Strategi kedua dengan cara melakukan cicil beli dengan skema dollar cost averaging, yakni skema cicil beli dalam waktu bulanan dengan modal yang sama (bukan jumlah lot yang sama). Sehingga posisi volume pembelian akan menyesuaikan volatilitas harga. Tambahan dari strategi Mikirduit.com, kamu bisa buat rentang cicilan agar tidak melakukan pembelian saat harga sudah terlampau tinggi. Sehingga keuntungan bisa optimal.
Syarat lainnya, saham dengan strategi kedua ini disarankan ada dividen sebagai uang tunggunya. Lalu, jika harga saham sudah naik di atas 50 persen bisa pertimbangkan realisasikan keuntungan terlebih dulu, lalu mengulang cara yang sama di saham yang lagi diskon lainnya.
Strategi dan Pilihan Aset untuk Jangka Panjang
Untuk kebutuhan lebih dari 3 tahun, porsi aset berisiko tinggi dapat dibuat lebih besar, bahkan dominan. Namun, risikonya tetap perlu diatur dengan strategi yang jelas.
Dua strategi utama untuk mengelola risiko
Jangka panjang bukan berarti membeli tanpa aturan dan menunggu selamanya.
Skema jangka menengah
Gunakan pendekatan hold 2β3 tahun, evaluasi perkembangan bisnis, dan realisasikan keuntungan ketika target tercapai lebih cepat.
Dollar Cost Averaging
Cicil beli setiap bulan dengan nominal modal yang sama, sehingga jumlah saham yang didapat menyesuaikan perubahan harga.
Cara kerja Dollar Cost Averaging
Nominal pembelian dibuat tetap, bukan jumlah lot yang dibuat sama.
Modal bulanan tetap
- Tentukan nominal investasi yang sama setiap bulan.
- Ketika harga turun, jumlah saham yang terbeli menjadi lebih banyak.
- Ketika harga naik, jumlah saham yang terbeli menjadi lebih sedikit.
- Strategi membantu mengurangi risiko salah menentukan satu harga masuk.
Bukan lot yang sama
DCA tidak berarti membeli jumlah lot yang selalu sama. Yang dibuat konsisten adalah nilai modalnya agar volume pembelian menyesuaikan volatilitas harga.
Tambahkan rentang harga pembelian
Jangan terus mencicil ketika harga sudah terlalu mahal.
Tentukan batas bawah dan batas atas
- Tetapkan area harga yang masih menarik secara valuasi.
- Lanjutkan cicilan selama harga masih berada dalam rentang tersebut.
- Kurangi atau hentikan pembelian saat harga sudah terlampau tinggi.
Risiko DCA tanpa batas harga
- Terus membeli saham yang sudah terlalu mahal.
- Rata-rata harga beli ikut naik saat euforia.
- Potensi keuntungan menjadi kurang optimal.
Visual sederhana rentang pembelian
Pilih saham yang memberi βuang tungguβ
Dividen membantu investor tetap memperoleh arus kas selama menunggu pertumbuhan harga.
Kenapa dividen penting?
- Memberikan imbal hasil selama masa akumulasi.
- Dapat digunakan untuk menambah pembelian berikutnya.
- Mengurangi ketergantungan pada kenaikan harga semata.
Jangan hanya mengejar yield
- Periksa kemampuan laba dan arus kas perusahaan.
- Pastikan payout ratio masih masuk akal.
- Nilai apakah dividen berpotensi dipertahankan.
Realisasikan keuntungan ketika kenaikan sudah besar
Jangka panjang tetap boleh memiliki aturan take profit.
Jika harga saham sudah naik lebih dari 50%, pertimbangkan mengambil sebagian atau seluruh keuntungan, terutama apabila valuasinya sudah mahal.
Alur strategi jangka panjang
Gabungkan disiplin cicilan, batas valuasi, dividen, dan rotasi keuntungan.
Aset Alternatif Selain Saham Indonesia dan Bitcoin
Untuk periode hold 2-3 tahun dan di atas 3 tahun, ada beberapa aset yang bisa dijadikan pilihan alternatif diversifikasi. Beberapa aset itu antara lain:
- Nabung Emas di Pegadaian (bukan cicil emas)
- ETF Emas (GLD atau IAU)
- ETF pasar saham AS
- Saham AS
Kami akan menjelaskan karakter aset-nya terlebih masing-masing dan strategi penggunaan.
Aset Emas
Emas adalah tipe aset safe haven yang bisa melindungi nilai aset dalam jangka panjang. Walaupun emas sangat likuid, tapi emas tidak bisa dijadikan aset untuk dana darurat kecuali sebagai aset cadangan tambahan untuk dana darurat. Pasalnya, emas kurang cocok dijadikan aset untuk jangka pendek. Soalnya, ada spread jual-beli yang bisa mencapai Rp100.000 per gram antara harga beli dengan buyback.
Dalam investasi emas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari beli langsung emas batangan di Antam, beli bertahap di Pegadaian, hingga beli di ETF yang biasanya tersedia di platform investasi saham AS.
Sehingga, posisi emas dalam portofolio-mu adalah aset cadangan yang tidak akan dijual apapun kondisinya hingga kondisi sangat darurat dan kamu membutuhkan untuk mencairkannya. Kondisi darurat seperti cash sudah habis dalam kondisi tertentu hingga sudah saatnya digunakan sebagai dana pensiun.
Investasi emas akan baru terasa jika kita investasi jangka panjang 5 - 10 tahun. Dari pengalaman, saya sempat beli emas di harga Rp500.000 per gram pada 2015, dengan sekarang harga rata-rata buyback sekitar Rp2 juta per gram berarti keuntungan akumulasi 16 tahun sekitar 300 persen. Jika dihitung rata-rata tahunan selama 16 tahun, berarti tingkat keuntungan sekitar 13 persen per tahun. Angka ini dihitung sebelum pajak capital gain ya.
Untuk emas fisik, kelebihannya adalah kita bisa memiliki aset itu secara fisik. Risikonya, untuk cicil beli harus dengan jumlah yang tersedia misal 0,5 gram, 1 gram, 5 gram, 10 gram, dan seterusnya. Sehingga jika ingin beli bertahap tidak fleksibel. Kami pun menyarankan jika ingin simpan bertahap minimal yang 5 gram agar tidak terlalu banyak dan tercecer. Selain itu, jika ingin simpan emas fisik, minimal punya brankas sendiri atau sewa brankas di bank, Antam, atau Pegadaian.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, ada beberapa opsi investasi emas selain membeli langsung secara fisik.
Nabung Emas di Pegadaian
Jadi, di Pegadaian itu ada dua program terkait emas, yakni nabung emas dan cicil emas. Perbedaannya, nabung emas itu kita beli dengan harga terbaru dalam jumlah tertentu, sedangkan cicil emas adalah kesepakatan jual-beli emas dengan jumlah dan harga tertentu yang sudah disepakati.
Kelebihan nabung emas adalah sangat fleksibel, kita bisa membeli dalam jumlah berapa pun di harga terbaru. Sehingga bisa menyesuaikan posisi. Namun, kekurangannya dalam proses menerbitkan fisik membutuhkan waktu hingga lebih dari 1 bulan (sekitar 45 hari kerja). Namun, sifatnya sangat likuid, karena kita bisa menjual tanpa perlu mencetak terlebih dulu sesuai harga yang ada di aplikasi.
Jadi, nabung emas dari Pegadaian ini sangat cocok untuk kamu yang mau membeli bertahap bahkan dengan menggunakan dollar cost averaging.
ETF Emas
Saat ini, ETF emas dengan kode GLD dan IAU yang tersedia di platform seperti, Pluang, Nanovest, XTB, dan Ajaib Alpha. (untuk Gotrade Indonesia tidak tersedia untuk ETF emas, adanya GDX terkait saham-saham tambang emas dan SLV, ETF dengan basis perak).
Mau daftar ke platform saham AS?
- XTB Indonesia bisa mendapatkan bonus maksimal 25 Dolar AS, daftar dengan kode MIKIRDUIT dari link ini
- Pluang bisa berpeluang mendapatkan hadiah hingga Rp1 juta dengan klik link ini
- Ajaib dapatkan hadiah jika join dengan klik link ini
- Nanovest dapatkan bonus Rp40.000 jika join dengan klik link ini
- Gotrade Indonesia berkesempatan untuk dapat hadiah 120 dolar AS dengan klik link ini
Untuk strategi di ETF emas lebih ke jangka menengah, agak berbeda dengan jika membeli emas fisik. Jadi, strateginya bisa menggunakan cara, beli bertahap setiap harga emas turun. Untuk mengukurnya jangan beli terus ketika turun, tapi dilihat per 2 minggu atau bulanan. JIka ada penurunan signifikan bisa melakukan pembelian dalam frekuensi tersebut. Lalu, juga dibatasi maksimal area belinya. Tujuannya untuk menghindari pembelian di harga atas hanya karena mengalami penurunan cukup signifikan.
Misalnya, harga ETF IAU saat ini sudah berada 75 dolar AS per unit. Lalu, kita bisa tentukan titik mana maksimal BUY untuk ETF ini. Dalam kasus saat ini, kita bisa menentukan batas pembelian maksimal di 78 dolar AS (moderat) atau yang lebih longgar di 82 dolar AS.
Dengan acuan ini, jika harga ETF IAU ini berada di bawah 78-82 dolar AS dan lagi mengalami penurunan signifikan dalam 1 hari bisa jadi titik beli. Tapi, ketika ETF IAU terbang ke atas 78-82, lalu mengalami penurunan ke area tersebut dan di atas harga rata-rata-mu lebih baik wait and see terlebih dulu.
Lalu, jika keuntungan sudah cukup signifikan dengan kondisi harga emas tiba-tiba all time high lagi karena faktor tertentu dengan volatilitas tinggi, kita bisa realisasi keuntungan terlebih dulu untuk nanti bisa masuk di posisi yang lebih rendah.
ETF dan Saham AS
ETF yang mengacu ke pasar saham AS atau saham AS secara langsung juga bisa jadi aset pilihan dengan alternatif karena basisnya bukan dalam rupiah melainkan dolar AS.
Bagaimana strateginya? untuk saham AS, strateginya kurang lebih sama dengan saham Indonesia. Tapi, kami sarankan lebih untuk jangka menengah ketimbang memburu dividen. Rata-rata tingkat dividen yield di saham AS kurang menarik, jika menarik bisnisnya cenderung tradisional. Tapi, jika ingin dikombinasikan juga bukan masalah. Catatan tadi hanya untuk manage ekspektasi.
Sementara itu, untuk ETF saham AS bisa menggunakan strategi mencari keuntungan tahunan. Caranya:
- Dalam periode Januari - Agustus kita cari posisi ETF yang mengacu ke saham AS seperti SPY, VTI, atau QQQ (atau yang lainnya, yang penting mengacu ke saham AS secara keseluruhan). Posisi yang bagus saat ETF tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan. Masuk secara bertahap.
- Jika sampai September - Maret tahun selanjutnya ada kenaikan yang signifikan dengan benchmark di atas 12 persen per tahun, kita bisa realisasikan dulu untuk nanti mengulang cara yang sama.
Nah, kalau kamu mau dipandu maksimal dengan bonus konsultasi dan paket Mikirsaham Pro Plus (untuk insight dan idea saham Indonesia dan US) dengan PROMO JULI 2026 Diskon 50%, bisa klik di sini (Kuota Bulan Ini Hanya 10 Customer).